His ExcellencySusilo Bambang YudhoyonoGCB AC DUT (First Class)
ꦯꦸꦱꦶꦭꦨꦩ꧀ꦧꦁꦪꦸꦝꦪꦤ
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.png
6th President of Indonesia
In office 20 October 2004 – 20 October 2014
Vice President
Preceded by Megawati Sukarnoputri
Succeeded by Joko Widodo
Chairman of the Democratic Party
Assumed office 23 February 2013
Preceded by Anas Urbaningrum
8th and 10th Coordinating Minister of Politics, Social, and Security of Indonesia
In office 9 August 2001 – 1 June 2004
Preceded by Agum Gumelar
Succeeded by Hari Sabarno
In office 27 August 2000 – 1 June 2001
President Abdurrahman Wahid
Preceded by Soejardi Soedirja
Succeeded by Agum Gumelar
Minister of Mining and Energy
In office 23 October 1999 – 26 August 2000
President Abdurrahman Wahid
Preceded by Kuntoro Mangkusubroto
Succeeded by Purnomo Yusgiantoro
Personal details
Born (1949-09-09) 9 September 1949 (age 67)Pacitan, Indonesia
Political party Democratic Party
Height 1.76 m (5 ft 9 in)
Spouse(s) Kristiani Herawati (1976–present)
Children Infantry Major Agus Harimurti Yudhoyono Edhie Baskoro Yudhoyono
Alma mater
Religion Sunni Islam
Awards Adhi Makayasa (1973) The Onid Award for Public Service (2016)
Signature
Military service
Allegiance Indonesian National Armed Forces
Service/branch Lambang TNI AD.png Indonesian Army
Years of service 1973–2000
Rank Jenderal pdh ad.png TNI General

Kabut Asap di Pekanbaru - Riau


Dear Yth, Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudhoyono yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Riau, dari sini Bahasa Indonesia berasal, Bahasa yg pernah membuat Nusantara satu.
Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Tuhan, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian Negara, bukti kepongahan Jakarta terhadap Daerah.
Bapak mau kesini sekarang? Bandara ditutup pak, lagipun tidak ada anak sekolah yang akan menyambut bapak, sekolah diliburkan. Mau menempuh jalur darat? Bahaya pak, asap tebal tidak bagus buat kesehatan Bpk dan Ibu Ani, lagian juga tidak bagus untuk objek foto Instagram. Biarkan saja seperti ini, agar Riau bisa menjadi lahan sawit dan bisa ditanami tanaman Industri. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidak berdayaan kami di Daerah. Kami Pasrah, mungkin ini kehendak Tuhan.
Bagi saudara/i kami di daerah lainnya, kami sangat berterima kasih atas doa yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap Riau kalian jadi terganggu.
Jika kita tidak sempat bertemu muka, semoga kita bertemu di Surga nanti.
Amin

Ask for support